Featured Post
Rukun Islam
بُنِيَ الإسْلَامُ
علَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وأنَّ مُحَمَّدًا رَسولُ
اللَّهِ، وإقَامِ الصَّلَاةِ، وإيتَاءِ الزَّكَاةِ، والحَجِّ، وصَوْمِ رَمَضَانَ.
الراوي
: عبدالله
بن عمر |
المحدث
: البخاري |
المصدر
: صحيح
البخاري
الصفحة أو الرقم
: 8 | خلاصة
حكم المحدث
: [صحيح
التخريج
: أخرجه
البخاري (8)، ومسلم (16).
Hadis
tentang Rukun Islam
Dari Abdullah bin
Umar رضي الله عنهما, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
بُنِيَ الإسْلَامُ
علَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وأنَّ مُحَمَّدًا رَسولُ
اللَّهِ، وإقَامِ الصَّلَاةِ، وإيتَاءِ الزَّكَاةِ، والحَجِّ، وصَوْمِ رَمَضَانَ.
"Islam
dibangun di atas lima perkara: (1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak
disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan
salat, (3) menunaikan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5) berpuasa di bulan
Ramadan."
📖 Sumber:
- Shahih Bukhari (No. 8)
- Shahih
Muslim
(No. 16)
🔹 Kedudukan Hadis: Shahih
Hadis ini
menjelaskan lima rukun Islam yang menjadi fondasi utama agama Islam. Tanpa lima
rukun ini, bangunan Islam seseorang tidak akan sempurna.
شرح الحديث
Penjelasan Hadis
في هذا الحَديثِ
الجَليلِ شَبَّه النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ الإسلامَ ببِناءٍ مُحكَمٍ،
وشبَّه أركانَه الخَمسةَ بقواعدَ ثابتةٍ مُحكَمةٍ حاملةٍ لذلك البُنيانِ، فلا
يثبُتُ البنيانُ بدُونِها، وبقيَّةُ خِصالِ الإسلامِ كتتمَّةِ البُنيانِ،
Dalam
hadis yang mulia ini, Nabi ﷺ mengibaratkan Islam
sebagai sebuah bangunan yang kokoh, dan kelima rukunnya sebagai pilar-pilar
yang kuat dan teguh yang menopang bangunan tersebut. Tanpa pilar-pilar ini,
bangunan Islam tidak akan berdiri tegak. Sementara itu, amalan Islam lainnya
adalah sebagai penyempurna dari bangunan tersebut.
وأوَّلُ هذه الأركانِ: الشَّهادتانِ؛ شَهادةُ
أنْ لا إلهَ إلَّا اللهُ وأنَّ مُحمَّدًا رسولُ اللهِ، وهُما رُكنٌ واحدٌ؛
لكَونِهما مُتلازمتَينِ لا تنفَكُّ إحداهُما عن الأخرى.
1. Rukun pertama: Dua kalimat
syahadat
Syahadat terdiri dari dua bagian: asyhadu an lā ilāha illallāh (Aku bersaksi bahwa tidak
ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah) dan wa asyhadu
anna Muhammadan rasūlullāh (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah
utusan Allah).
Kedua bagian ini tidak dapat
dipisahkan, karena seseorang tidak dianggap Muslim kecuali dengan mengimani dan
mengucapkan keduanya secara bersamaan.
ومعنى الشَّهادتينِ: أنْ يَنطِقَ العبدُ بهما
مُعترفًا ومُقِرًّا بوَحدانيَّةِ اللهِ واستحقاقِه للعِبادةِ وحْدَه دونَ ما
سِواهِ،
Syahadat berarti seseorang mengucapkannya dengan lisan,
mengakuinya dengan hati, dan meyakininya dengan sepenuh keyakinan bahwa hanya
Allah yang berhak disembah,
وبرِسالةِ
مُحمَّدِ بنِ عبدِ اللهِ، مُصدِّقًا بقلبِه بهما، مُعتقدًا لمعناهما، عامِلًا
بمقتضاهُما؛ هذه هي الشَّهادةُ الَّتي تنفعُ صاحبَها في الدَّارِ الآخِرةِ، فيفوزُ
بالجنَّةِ، وينجو مِن النَّارِ.
serta
meyakini bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan-Nya.
Syahadat yang benar akan membawa seseorang kepada keselamatan di akhirat, masuk
surga, dan terbebas dari neraka.
والرُّكنُ
الثَّاني: هو إقامةُ الصَّلاةِ، ويعني: المحافظةَ على أداءِ الصلَواتِ الخَمسِ
المَفروضاتِ في اليومِ واللَّيلةِ، وهي: «الفَجْر، والظُّهر، والعَصْر، والمغرِب،
والعِشاء» في أوقاتِها، بشُروطِها وأركانِها وواجباتِها.
2. Rukun kedua: Mendirikan salat
Maksud dari mendirikan salat adalah menjaga pelaksanaan salat lima waktu (Subuh, Zuhur,
Asar, Magrib, dan Isya’) dengan memenuhi syarat, rukun, dan
kewajibannya. Salat adalah hubungan langsung antara seorang hamba dengan
Tuhannya dan merupakan rukun utama yang menjadi tolok ukur keislaman seseorang.
والرُّكنُ الثَّالثُ: إخراجُ الزَّكاةِ
المفروضةِ، وهي عِبادةٌ ماليَّةٌ واجِبةٌ في كُلِّ مالٍ بلَغَ المِقدارَ والحدَّ
الشرعيَّ، وحالَ عليه الحَوْلُ -وهو العامُ القمَريُّ أو الهِجريُّ- فيُخرَجُ منه
رُبُعُ العُشرِ، وأيضًا يَدخُلُ فيها زَكاةُ الأنعامِ والماشيةِ، وزَكاةُ
الزُّروعِ والثِّمارِ، وعُروضِ التِّجارةِ، وزكاةُ الرِّكازِ، وهو الكَنزُ
المدفونُ الَّذي يُستخرَجُ مِنَ الأرضِ، وقيل: المعادِنُ، بحَسَبِ أنْصابِها،
ووقتِ تزكيتِها.
3. Rukun ketiga: Mengeluarkan zakat
Zakat adalah ibadah yang berkaitan dengan harta, diwajibkan bagi setiap Muslim
yang memiliki harta mencapai nisab (batas minimum) dan telah berlalu satu tahun
(haul) dalam kalender hijriah. Besarnya zakat yang wajib dikeluarkan adalah
2,5% dari harta yang terkena zakat. Selain zakat harta, ada pula zakat ternak,
hasil pertanian, perdagangan, dan zakat rikaz (harta karun atau tambang yang
ditemukan).
وفي إيتاءِ
الزَّكاةِ على وَجهِها لِمُستحِقِّيها زِيادةُ بَرَكةٍ في المالِ، وجَزيلُ
الثَّوابِ في الآخرةِ. وللبُخلِ بها ومَنعِها مِن مُستحقِّيها عواقبُ وخيمةٌ في
الدُّنيا والآخرةِ، بيَّنَتْها نُصوصٌ كثيرةٌ في القُرآنِ والسُّنةِ، وهي تُصرَفُ
لِمُستحقِّيها المذكورينَ في قولِه تعالى: {إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ
وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي
الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً
مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ} [التوبة: 60]
Menunaikan
zakat dengan benar akan mendatangkan berkah dan pahala yang besar di akhirat,
sementara menahan atau enggan mengeluarkannya akan membawa dampak buruk di
dunia maupun akhirat. Zakat wajib diberikan kepada delapan golongan yang
disebutkan dalam firman Allah:
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,
miskin, amil zakat, orang-orang yang dilembutkan hatinya (mualaf), untuk
memerdekakan budak, untuk orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan
untuk ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal), sebagai kewajiban dari Allah.
Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah: 60)
.والرُّكنُ
الرَّابع: الحجُّ، ويكونُ بقَصدِ المشاعرِ المقدَّسةِ لإقامةِ المناسِكِ، تعبُّدًا
لله عزَّ وجلَّ، مرَّةً واحدةً في العُمُرِ، ويَلزَمُ لوُجوبِه: القُدرةُ
والاستطاعةُ الماليَّةُ والبَدنيَّةُ.
4. Rukun keempat: Haji
Haji adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat suci di
Makkah untuk melaksanakan rangkaian manasik haji sebagai bentuk penghambaan
kepada Allah. Haji hanya diwajibkan sekali dalam seumur hidup bagi mereka yang
mampu secara fisik dan finansial.
والرُّكنُ الخامسُ
-وهو آخِرُ الأركانِ-: صومُ رمضانَ، وهو عِبادةٌ بدنيَّةٌ، والصِّيامُ يعني:
الإمساكَ، بنيَّةِ التعبُّدِ، عن الأكْلِ والشُّربِ وغِشيانِ النِّساءِ، وسائرِ
المُفطِّراتِ، مِن طلوعِ الفَجرِ إلى غُروبِ الشَّمسِ.
5. Rukun kelima: Puasa Ramadan
Puasa adalah ibadah fisik yang dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum,
hubungan suami istri, dan segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga
terbenam matahari dengan niat beribadah kepada Allah.
وفي الحديثِ:
دَلالةٌ على أنَّ أركانَ الإسلام تنقسمُ إلى أربعة أقسامٍ،
Kesimpulan dari Hadis
Hadis
ini menunjukkan bahwa rukun Islam terbagi menjadi empat kategori utama:
منها: ما هو عمَلٌ
لِسانيٌّ قلبيٌّ، وهو الشَّهادتانِ؛ إذ لا بدَّ فيهما مِن نُطقِ اللِّسانِ،
وتَصديقِ الجَنانِ، ومنها: ما هو عمَلٌ بدَنيٌّ، وهو الصَّلاةُ والصَّومُ، ومنها:
ما هو ماليٌّ محضٌ، وهو الزَّكاةُ، ومنها: ما هو عمَلٌ بدَنيٌّ ماليٌّ، وهو
الحَجُّ.
1.
Ibadah
hati dan lisan: Syahadat, karena mencakup pengakuan
dengan lisan dan keyakinan dalam hati.
2.
Ibadah
fisik: Salat dan puasa.
3.
Ibadah
yang berkaitan dengan harta: Zakat.
4.
Ibadah
gabungan antara fisik dan harta: Haji.
https://dorar.net/hadith/sharh/8209
Hadis
ini menegaskan bahwa kelima rukun Islam ini merupakan fondasi utama agama, dan
Islam tidak akan sempurna tanpa mengamalkannya.
Posting Komentar
Posting Komentar